Serba Serbi Sertifikasi ISO 14001 Paling Mantap

Sertifikasi ISO 14001

Sertifikasi ISO 14001 merupakan sistem manajemen lingkungan yang berarti sebuah perusahaan industri terbebas dari segala tindakan pencemaran lingkungan, baik air, darat, maupun udara. Sebagaimana diketahui bahwa sebuah perusahaan, utamanya yang memiliki pabrik sebagai tempat produksi, acap kali terganjal dengan tindakan yang sengaja maupun tidak sangat mencemari lingkungan. Contohnya pabrik rokok yang mengakibatkan polusi udara dan pabrik plastik dengan limbah darat maupun airnya. “Di sinilah peran dari sertifikasi ISO 14001 menjadi sangat penting.” Bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk kondisi lingkungan sekitar. Perusahaan yang telah berkomitmen untuk mendapatkan sertifikat manajemen lingkungan berarti telah siap dalam berbagai aspek untuk mencegah proses produksi perusahaannya merusak alam.

Sertifikasi ISO 14001

Hal tersebut tentu bukanlah sesuatu yang mudah. Pada dasarnya ISO 14001 ini juga bergantung sekali terhadap kesadaran perusahaan tanpa desakan dari pihak lain atas kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan. Sifatnya pun suka rela, sehingga masih jarang sekali badan usaha yang mau bersusah payah untuk mendapatkan sertifikat yang satu ini, berbeda dengan sertifikat-sertifikat usaha yang lain. Terlebih untuk mewujudkan manajemen lingkungan yang ideal diperlukan dana, sumber daya manusia, dan metode teknis. ISO 14001 sendiri masih cukup jarang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia, kecuali usaha waralaba. Padahal, kelestarian lingkungan hidup dan kelanjutan kondisi bumi turut bergantung pada standarisasi yang acap kali dipandang sebelah mata ini.

Penyebab Sertifikasi ISO 14001 Masih Jarang Dilakukan

Berikut ini adalah penyebab mengapa sertifikasi ISO 14001 jauh kurang populer dibandingkan ISO 9001 :

  • Minimnya ketersediaan dana

Sebagaimana disebut di atas, dana menjadi salah satu hal penting agar sebuah perusahaan bisa mendapatkan sertifikat manajemen lingkungan tersebut. Dana yang dimaksud di sini adalah alokasi untuk pengolahan limbah. Sebuah perusahaan produksi kerap kali berdalih tidak memiliki dana yang cukup untuk mengelola limbah perusahaan mereka sehingga memutuskan membuangnya ke sungai atau laut yang tentu mencemarkan lingkungan.

  • Mindset

Pola pikir di sini berkenaan dengan sumber daya manusia yang ada. Kesadaran masyarakat Indonesia untuk membuang sampah kepada tempatnya saja masih sangat rendah, apalagi kepedulian terhadap limbah perusahaan pencemar lingkungan. Pola pikir yang salah ini harus diperbaiki lebih dulu dan hal itu merupakan sesuatu yang cukup sulit dilakukan, sehingga menjadi penyebab terbesar sebuah perusahaan enggan untuk mengurus sertifikasi manajemen lingkungan. Ya, karena belum tentu petinggi maupun staf perusahaan berpikir menjaga lingkungan merupakan suatu keharusan.

  • Pelaksanaan cukup rumit

Guna mendapatkan sertifikasi ISO 14001 tahapannya cukup rumit. Terutama persoalan komitmen perusahaan untuk berhenti mencemari lingkungan dengan limbah, di mana berarti perusahaan harus menyediakan mesin pengolah limbah sendiri agar ampas produksi tidak merusak ekosistem lingkungan yang mana harganya sangat mahal.